Ahli Pers Dewan Pers, Kamsul Hasan : UKW Tidak Wajib Untuk Menjadi Wartawan

Ahli Pers Dewan Pers,  Kamsul Hasan : UKW Tidak Wajib Untuk Menjadi Wartawan
Ahli Pers Dewan Pers, Kamsul Hasan : UKW Tidak Wajib Untuk Menjadi Wartawan • red

CendanaNetNews, Sum.Utara- WOW, tercetus dari kesimpulan pakar Ahli Pers, Dewan Pers Kamsul Hasan yang menguraikan secara transparan, bahwa tidak wajib mengikuti
lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Hal
itu bukanlah syarat bagi seseorang menjadi Wartawan.

Demikian ditegaskan. pakar Ahli Pers, Dewan Pers dalam diskusi bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) dalam acara ngopi bareng, Jumat kemarin lalu Penegasan yang disampaikannya itu, untuk menjawab kesalahpahaman tentang UKW yang berkembang serta menghebohkan di kalangan awak media/ Wartawan, bahkan dilingkungan Lembaga Pemerintah dari mulai setiap tingkat Provinsi hingga setiap Daerah Kabupaten/Kota.
Sehingga lembaga pemerintah di berbagai wilayah di negeri ibu pertiwi ini sudah banyak yang latah menerapkan UKW sebagai syarat untuk meliput berita.

Sungguh heran sekali yang dilakukan oleh Lembaga terkait dengan menerbitkan peraturan yang menyatakan, bahwa lembaga pemerintah yang maksudnys, hanya menjalin kerjasama dengan Wartawan yang sudah lulus mengikuti UKW dan media sudah terserfitikasi Dewan Pers.

UJi Kompetensi Wartawan (UKW) dan bukan syarat menjadi Wartawan.dan bukan perintah dari Undang Undang pokok Pers. Sedangkan UKW merupakan peraturan Dewan Pers, tidak mutlak untuk diperkasai.

Sambung Kamsul Hasan, sebagai Ahli Pers, Dewan Pers dan Ketua Bidang Kompetensi Wartawan Persatuan Warrawan. Indonesia (PWI) Pusat.

UKW mengacu kepada Peraturan Dewan Pers Nomor.1 tahun 2010, yang diperbarui dengan peraturan Dewan Pers Nomor.4 tahun 2017, tentang Sertifikasi Kompetens Wartawan.

Diketahui ada 30 lembaga yang telah memperoleh lisensi dari Dewan Pers yang untuk melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di berbagai Wilayah di pemerintah dan itupun
tidak semua aktif malakukan Uji Kompetensi Wartawan Menurut perkiraan dari Dewan Pers jumlah media sudah mencapai 47 ribu lebih
dan yang 43 ribu diantaranya media online.

Kalau diperkirakan rata-rata setiap media 5 wartawan, sudah pasti jumlah di Indonedia mencapai 235 ribu orang. Jadi dalam perhitungan terdata yang sudah mengikuti atau lulus UKW tercatat sekitar 23.300 orang.

Artinya, belum sampai 10 persen, dari jumlah Wartawan di Indonesia dari yang sudah lulus UKW Berarti masih sangat banyak wartawan yang belum mengikuti atau lulus UKW yang dilaksanakan tugas- tugas jurnalistik di Indonesia.

Oleh sebab itu, syarat menjadi wartawan bukan harus UKW. Pertanyaan, lanjut Kamsul Hasan, apakah wartawan yang sudah lulus UKW menjadi jaminan bagi kualitas produk jurnalistik yang mereka hasilkan itu? Kamsul Hasan yang merupakan unsur pengurus dua priode 2004/2009 dan 2009/2014, menjadi Ketua PWI Jaya lalu secara gamblang menyatakan, lulus UKW bukan jaminan.

"Masih banyak wartawan yang telah lulus UKW, tapi kualitas produk Jurnalistik mereka rendah.

"Sebaliknya, masih banyak para wartawan yang belum mengikuti UKW, tapi produk jurnalistik mereka benar-benar berkualitas, "ungkap Kamsul Hasan salah seorang Sarjana Ilmu
Jurnalistik dari institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Jakarta.

Sarjana Hukum dan Magister Hukum serta
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Islam, Jakarta.

"Dari kebijakan tersebut Kamsul Hasan, ada menduga sejumlah lembaga pemerintah
yang menolak bekerja sama dengan wartawan yang belum UKW.yang semata- mata hanya karena mereka ingin membatasi jumlah wartawan yang terlibat pada kegiatan mereka.

Dari pencermatan saya, para pimpinan lembaga pemerintah yang hendak memperpanjang periode jabatannya, umumnya tidak permasalahkan wartawan UKW atau non UKW, "ujar kamsul Hasan, dengan senyum dan ramahnya dia menyampaikan harapannya terkait UKW yang tidak menjadi kewajiban bagi wartawan.

Diskusi Pers bersama mantan 2 x sebagai Ketua PWI Jaya, Bidang Kompetensi Wartawan itu, dan posisi saat ini sebagai Ahli Pers, Dewan Pers, Kamsul Hasan, pada Jumat, 30/1, lalu.

Dalam kunjungan Ahli Pers itu, berajangsana sesama Wartawan. dalam rangka diskusi menyangkut Uji Kompetensi Wartawan yang menghebohkan insan pers saat ini.

Namun, Ahli Pers, Dewan Pers Kamsul Hasan menyajikan arahan yang semangat kepada awak media menyangkut UKW.

Perbincangan cukup serius, berlangsung penuh semangat. Memang pertemuan tersebut merupakan agenda dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) dalam konteks mengembangkan wawasan anggota SWI Sekber Wartawan Indonesia (SWI) melakukan semacam reguler dengan mengundang tokoh- tokoh pers untuk.berdiskusi.

'Diketahui bersama SwI terus berproses agar dalam waktu dekat menjadi konstituen oleh Dewan Pers, "ungkap Herry Budiman selaku Sekjen SWI.

Sambung Herry, kantor Sekretariat DPP SWI di
Jalan Indramayu No17 Jakarta Pusat, cukup representatif sebagai tempat diskusi untuk meningkatkan kompetensi para wartawan yang sudah bergabung sama SWI.

Acara ngopi bareng, dilanjuti dengan diskusi tentang hukum Pers oleh Ahli Pers Dewan Pers Pusat, Kamsul Hadan dengan para peserta Diskusi juga mendapatkan pengembangan wawasan tentang media online.

Waktu itu disampaikan oleh, Isson Khairul selaku Ketua Dewan Etik Sekber Wartawan Indonesis (SWI).(shaf/u dj /tolib-spi-red)

Iklan Center 970x90

Berita Terkait