Kapolri dan Menperin Gelar Rapat Evaluasi Terkait Ketersediaan dan Stabilitas Harga Minyak Goreng

Kapolri dan Menperin Gelar Rapat Evaluasi Terkait Ketersediaan dan Stabilitas Harga Minyak Goreng
Kapolri dan Menperin Gelar Rapat Evaluasi Terkait Ketersediaan dan Stabilitas Harga Minyak Goreng • red

Cendana Net News, Jakarta- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat menggelar rapat evaluasi terkait ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng di Gedung Mabes Polri Jakarta Selatan, pada Senin, 4 April 2022.

Dari hasil pertemuan itu, Sigit memaparkan, bahwa Polri dan Kemenperin sepakat untuk membentuk Satgas gabungan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan di pihak produsen, distributor tingkat I hingga IV serta tingkat pengecer selama 24 Jam penuh.

"Oleh karena itu, untuk memastikan ketersediaan di pasar benar-benar ada, kami bersama pak Menperin membentuk Satgas gabungan.

Dan mana Satgas ini kita tempatkan mulai di level pusat para produsen di kantor pusat juga tetap ditempatkan personel dari Kepolisian serta Kemenperin, khusus di beberapa produsen besar melekat selama 24 Jam.

Untuk mengawasi proses produksi," kata Sigit dalam konferensi pers usai melakukan evaluasi bersama Menperin di Gedung Mabes Polri.

Terkait Ketersediaan dan Stabilitas Harga Minyak Goreng

Pengawalan melekat selama 24 Jam penuh, Sigit berharap, minyak goreng khususnya jenis curah dapat terjamin ketersediaannya guna memenuhi kebutuhan dari masyarakat.Serta, harga penjualannya sesuai dengan kebijakan. Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

"Ada kekhawatiran dan keragu-raguan karena terkait dengan penggantian. Hal itu sudah ditegaskan, bahwa semua sudah diikat dengan kontrak badan sawit pasti akan diberikan subsidi.

Karena itu tugas dari produsen adalah bagaimana kemudian memastikan produksi sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan. Soalnya bisa berjalan 59 persen saja, seharusnya di pasar terpenuhi," ujar Sigit.

Sigit, menekankan pengawasan dan pemantauan melekat selama 24 Jam penuh,

pihak Polri akan mengerahkan personel dari Satgas Pangan tingkat pusat dan daerah, intelijen hingga Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengecekan ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng curah di pasaran.

"Di level distributor, baik distributor tingkat I sampai tingkat IV hingga pengecer akan kita terjunkan personel dari Satgas Pusat, Daerah, intelijen serta Bhabinkamtibmas untuk turun mengecek di pasar.

Sehingga dari rangkaian proses mulai dari produsen, distributor sampai dengan pasar benar- benar bisa kita awasi dengan baik," ucap mantan Kabareskrim Polri itu.

Upaya dan Komitmen tersebut, sambung Sigit, untuk hindari adanya segelintir permasalahan terkait minyak goreng yang dari hasil evaluasi masih ditemukan. Karena itu menurut Sigit, langkah tersebut diambil untuk menghindari segala bentuk gangguan terkait masalah ketersediaan maupun harga penjualan minyak curah di pasar.

Sigit lebih jauh menegaskan, pihak Kepolisian akan melakukan tindakan tegas kepada seluruh pihak yang mencoba memanfaatkan keadaan dengan melakukan tindakan curang serta melanggar aturan hukum.

Dari hasil evaluasi yang disampaikan Kemenperin ditemui adanya modus pengemasan ulang, dengan munculnya beragam jenis serta merk baru yang selama ini tidak ada di pasar, memenuhi kebutuhan minyak curah untuk industri, hingga memalsukan dokumen demi mendapatkan jatah subsidi.

"Kebijakan yang diambil pemerintah dengan memberiksn subsidi, memberikan BLT. Untuk itu, saya minta pelaku usaha juga melaksanakan kewajiban dengan baik, sehingga kebutuhan masyarakat khususnya hadapi dalam bulan Ramadhan 1443 H/2022 M. di mana Aktivitas dan kebutuhan untuk minyak meningkat benar-benar tersedia," papar Sigit.

Sigit ungkapkan, tak hanya minyak goreng curah, bahwa pihak Kepolisian juga melakukan pemantauan soal ketersediaan dan stabilitas harga terkait sembako dan kebutuhan masyarakat lainnya.

"Kedepan ada beberapa hal akan kami kerjakan. Saat ini sedang kita rapatkan terkait kebutuhan sembako yang lain termasuk juga BBM yang saat ini mulai ada fluktuasi terkait harga dan ketersediaan dilapangan," tutup Sigit.(zie/shaf-red)

Iklan Center 970x90

Berita Terkait